Gelar Rakernas, Kemenag Bahas Program Strategis di Tahun Politik

By Admin

nusakini.com-Kementerian Agama akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2018. Rakernas akan digelar dari 29-31 Januari 2018 di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta.  

Sebanyak 433 peserta akan menghadiri agenda tahunan ini. Mereka terdiri atas pejabat Eselon I dan II Pusat, Kepala Kanwil Kemenag, Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag. 

Rakernas akan diawali diskusi terbuka dengan narasumber Menag LHS dan Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher. Diskusi ini bertajuk "Tantangan dan Program Strategis Kemenag di Tahun Politik". 

Menteri Lukman Hakim Saifuddin meminta Rakernas tahun ini benar-benar menghasilkan output yang kongkrit dan bisa diaplikasikan di semua Satker pusat dan daerah. Pesan ini ditegaskan Menag saat menerima Panitia Rakernas di kediamannya, Minggu (28/1). 

"Persiapan Rakernas harus detil. Setiap tahapan pelaksanaan dan sesi-sesi yang dirancang panitia harus betul-betul disiapkan matang. Memenuhi target yang ingin dicapai. Dirumuskan secara kongkrit. Ada output yang jelas dan dapat diaplikasikan di seluruh Satuan Kerja," pinta Menag. 

Menag menyatakan akan memantau langsung pelaksanaan Rakernas dan turut dalam sesi-sesi penting untuk memastikan semua agenda berjalan maksimal. 

"Rakernas adalah wajah Kementerian Agama sekaligus pertanggungjawaban kita kepada publik. Apa yang kita bahas dan rumuskan dalam Rakernas selain menunjukkan kinerja, juga harus mencerminkan kebutuhan masyarakat. Karenanya program-program strategis yang dicanangkan harus terukur dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya. 

Hadir dalam pertemuan itu Penanggung jawab Rakernas yang juga Sekjen Kementerian Agama, Nur Syam; Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin; Kabalitbang Diklat Abdurrahman Mas'ud; Irjen M Nur Kholis Setiawan, dan sejumlah pejabat eselon II, serta Staf Khusus Menag. 

Sebelumnya Nur Syam melaporkan sejumlah inovasi dan perubahan-perubahan mendasar pada pelaksanaan Rakernas tahun ini. Menteri Agama akan memaparkan secara khusus program-program strategis Kemenag serta tantangan tahun politik 2018-2019 sebagai situasi eksternal yang perlu dijawab oleh Kemenag.  

Nur Syam juga menyebut Rakernas ini sebagai tonggak transformasi dari manual ke arah digital dengan memperkenalkan aplikasi microsite yang akan digunakan selama Rakernas. 

"Seluruh peserta diharuskan registrasi online melalui aplikasi yang disiapkan panitia. Kita akan terapkan paperless. Semua bahan dan dokumen, berita, pengumuman, dan informasi penting selama Rakernas diunggah ke website," urai Nur Syam. 

"Absensi juga terintegrasi berbasis elektronik hanya bisa melalui aplikasi dan diisi sendiri oleh tiap peserta. Tidak ada peserta yang mangkir saat Rakernas. Jadi ini pembelajaran dan literasi digital kepada para pimpinan Kemenag," sambungnya. 

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama ini juga mengundang sejumlah mitra kerja Kemenag dan pemimpin redaksi sejumlah media massa. (p/ab)